JatUh

Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani

babySaat hati sedang di landa ribut taufan yang tak mahu berhenti. Saat diri mahu bertukar menjadi raksasa dan mengamuk dengan semua yang ada. Saat fikiran berserabut seperti benang kait yang bersimpulan tiada tanda penghujung. Saat dunia kelihatan seperti hitam kelam tanpa warna yang menyerikannya.

Saat itu datang pelangi yang mencuri masuk dalam pandangan. Saat itu datang matahari seperti segan memancarkan cahaya di kegelapan. Saat itu jugalah datang si burung berkicauan mematikan lamunan bahawa raksasa itu hanya wujud dalam bayangan.

Apabila hati bersulamkan suramnya awan gelap di awangan, Allah datangkan cahaya rembulan dari kejauhan untuk bantuan berjalan supaya tidak jatuh terhempas dek kegelapan. Datangnya dalam bentuk tulisan. Yang diilhamkan oleh Tuhan kepada mahluknya yang berlainan.

Matahari ;

Sesungguhnya Nabi telah bersabda;

“Manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian yang terbaik sesudah mereka, kemudian yang terbaik sesudah mereka. Seseorang diuji sesuai kadar agamanya. Jika agamanya kuat, ujiannya berat. Jika agamanya lemah, dia diuji sekadar agamanya. Ujian terus mendera hamba sampai membiarkannya berjalan di muka bumi tanpa menyandang sedikit pun dosa.”

Pelangi ;

 Ketika Allah merindui akan hambanya, Allah akan mengirimkan sebuah hadiah istimewa melalui malaikat Jibril yang isinya adalah ujian. Dalam hadis Qudsi Allah berfirman;

“Pergilah pada hambaku lalu timpakanlah berbagai ujian padanya kerana Aku ingin mendengar rintihannya.”
(Hadis Riwayat Thabrani dari Abu Umamah)

Rembulan ;

Allah mengujimu kerana Allah menyayangimu, maka senyumlah!

“Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan mengujinya. Jika hamba itu bersabar dan redha maka Dia akan memilihnya menjadi kekasihNya”
(Hadis riwayat Ibnu Majah)

Mana mungkin senyuman tidak datang bertandang. Mana mungkin hati tidak tenang. Mana mungkin akal fikiran tidak lapang. Mana mungkin dunia tidak menjadi sang terbang bebas lagak helang. Mana mungkin.

“Kami tak tahu ini rahmat atau musibah. Tapi kami berprasangka baik pada Allah.”
-Salim A Fillah

 

Karya : Fathlea H

Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s